Kenapa banyak yang mengkritisi Hari Ibu di sosial media?
Sebenarnya kalau kita mau melihat sejarah Hari Ibu di Indonesia, dulu presiden Soekarno menetapkan hari Ibu sebagai wujud kebangkitan kaum wanita dalam dinamika kenegaraan dan kebangsaan. Meskipun kemudian semakin ke sini arah makna hari Ibu semakin bergeser, namun bukan berarti hari Ibu tidak bermakna kan?
Sebagai manusia, kita seringkali mudah lupa/lalai atas sesuatu. Momentum seperti hari Ibu sebenarnya bagus sekali sebagai pengingat kita akan jasa tak terbilang yang telah beliau berikan ke kita. Memang menghargai Ibu tidak seharusnya hanya satu kali dalam satu tahun, namun tidak ada salahnya bukan jika kita merayakan satu hari dalam satu tahun tersebut sebagai pengingat kita?
Lalu kenapa banyak juga yang mengkritisi mereka yang membuat puisi tentang ibu di media sosial?
Barangkali itu mengingatkan diri kita akan kemunafikan pribadi yang kita tunjukkan sehari-hari. Karena kita belum menghargai malaikat tanpa sayap tersebut dengan sebaiknya. Karena jauh dalam lubuk hati kita, kita mengakui bahwa banyak hal buruk yang justru kita tunjukkan kepada beliau, dan banyak hal baik yang justru kita tunda untuk kita lakukan bagi beliau.
Rasanya kita perlu berbaik sangka, mungkin mereka yang membuat status tentang ibu tersebut ingin saling mengingatkan. Mungkin, merekapun sedang mengingatkan diri sendiri. Memang seperti gading yang tak pernah tidak memiliki retak, manusiapun tak ada yang sempurna.
Akupun hanya salah satunya...
^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar